Portal Berita
Berita terbaru dan terpercaya.

Trump Fokus Kembali ke Bulan dengan Program Artemis, Targetkan 2028

Diposting: 20 Dec 2025 07:50 · Diperbarui: 20 Dec 2025 07:57
Trump Fokus Kembali ke Bulan dengan Program Artemis, Targetkan 2028

Washington, DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 18 Desember 2025 menegaskan rencana pemerintahannya untuk kembali mengirim astronaut ke Bulan dengan secepat mungkin, melalui sebuah keputusan eksekutif yang mengatur kebijakan luar angkasa.

Dalam perintah tersebut, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menargetkan pendaratan manusia di Bulan paling lambat pada tahun 2028 melalui program Artemis yang digagas oleh NASA, yang pertama kali diumumkan pada masa kepresidenannya yang pertama di Gedung Putih.

"Pendaratan di Bulan ini akan membuktikan dominasi AS di bidang eksplorasi antariksa, memberikan dasar bagi pengembangan ekonomi di Bulan, dan sebagai langkah awal untuk misi selanjutnya ke Mars. Ini juga akan menginspirasi generasi baru penjelajah antariksa Amerika," kata Trump dalam perintahnya, seperti yang dilaporkan oleh CNA.

Selain itu, perintah tersebut mencatat bahwa NASA diharapkan dapat mulai membangun elemen-elemen awal dari sebuah pos permanen di Bulan pada tahun 2030. Pemerintah juga merencanakan untuk menempatkan reaktor nuklir di Bulan dan orbitnya untuk mendukung misi jangka panjang tersebut.

Amerika Serikat sendiri dijadwalkan untuk kembali mendarat di Bulan pada pertengahan tahun 2027 dengan misi Artemis 3, meskipun jadwal tersebut sudah mengalami beberapa penundaan. Beberapa ahli industri pun meragukan apakah jadwal tersebut bisa tercapai, mengingat wahana pendarat yang sedang dikembangkan oleh SpaceX milik Elon Musk belum siap sepenuhnya.

Keputusan eksekutif Trump ini memberi tekanan lebih besar kepada NASA dan sektor swasta antariksa untuk memenuhi target ambisius yang telah ditetapkan. Langkah ini juga bisa dianggap sebagai upaya untuk mengalahkan China yang berencana mengirimkan astronot ke Bulan pada 2030 serta membangun pangkalan tetap di sana.

Perubahan Fokus Kebijakan

Keputusan Trump untuk menempatkan misi Bulan sebagai prioritas utama menandai pergeseran signifikan dari kebijakan sebelumnya. Pada awal tahun 2025, presiden dari Partai Republik itu pernah menyatakan niatnya untuk mengirimkan manusia ke Mars sebelum masa jabatannya berakhir, tanpa menyinggung mengenai Bulan.

Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai arah kebijakan luar angkasa pemerintahannya, bahkan beberapa pihak khawatir bahwa NASA akan mengabaikan misi Bulan sama sekali. Meskipun AS sudah lama berambisi menjadi negara pertama yang mengirim manusia ke Mars, realisasi misi tersebut dianggap masih sangat jauh. Selain itu, perselisihan antara Trump dan Musk pada Juni lalu, serta faktor geopolitik yang lebih mendesak, diyakini turut mempengaruhi perubahan arah kebijakan antariksa ini.