Portal Berita
Berita terbaru dan terpercaya.

Mengapa Gagak Dijuluki “Penyelidik Kematian”? Ini Cara Mereka Mengamati Rekan yang Tewas

Diposting: 02 Jan 2026 12:22 · Diperbarui: 02 Jan 2026 12:24
Mengapa Gagak Dijuluki “Penyelidik Kematian”? Ini Cara Mereka Mengamati Rekan yang Tewas

Burung gagak kerap diasosiasikan dengan nuansa gelap dan misterius. Namun di balik citra tersebut, gagak justru dikenal sebagai salah satu burung paling cerdas di dunia. Bahkan, perilaku mereka saat menemukan sesama gagak yang mati membuat banyak peneliti menjulukinya sebagai “detektif” di dunia burung.

Selama ini, burung sering dianggap memiliki kecerdasan terbatas. Anggapan itu tidak berlaku bagi gagak dan kerabatnya dalam keluarga corvid, seperti raven dan magpie. Mereka terbukti mampu menggunakan alat, memahami hubungan sebab-akibat sederhana, serta mengenali wajah manusia secara spesifik.

Lebih dari itu, riset terbaru menunjukkan bahwa gagak memiliki kebiasaan unik: mengamati dan “menyelidiki” kematian sesamanya. Perilaku ini bukan sekadar reaksi emosional, melainkan bagian dari strategi biologis untuk meningkatkan peluang bertahan hidup di masa depan, sebagaimana dilaporkan oleh Quartz.

Ketika bangkai gagak ditemukan, burung-burung lain akan berdatangan ke lokasi tersebut. Tujuan mereka bukan untuk berduka, melainkan mengumpulkan informasi. Fenomena ini dikenal dalam dunia ilmiah sebagai *crow thanatology*, yaitu studi tentang respons gagak terhadap kematian.

Sebuah penelitian dari University of Washington yang diterbitkan dalam jurnal *Animal Behaviour* mengungkap bahwa gagak akan bereaksi keras ketika melihat manusia memegang bangkai gagak. Mereka mengeluarkan suara peringatan keras yang disebut *scolding* untuk memberi tahu anggota kelompok lain.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menarik gagak dengan meletakkan makanan di suatu lokasi. Setelah gagak terbiasa datang, peneliti muncul sambil membawa bangkai gagak yang diawetkan. Untuk menghindari pengenalan wajah, semua relawan mengenakan topeng lateks.

Sebagai pembanding, peneliti juga melakukan eksperimen dengan membawa elang ekor merah (predator alami gagak), burung merpati, atau tidak membawa apa pun sama sekali.

Hasilnya cukup mencolok. Ketika melihat manusia dengan bangkai gagak atau elang, gagak-gagak di sekitar langsung berteriak, berkumpul, bahkan dalam beberapa kasus melakukan serangan. Yang lebih menarik, reaksi ini tetap muncul di hari-hari berikutnya meski peneliti datang tanpa membawa bangkai apa pun.

Hal ini menandakan bahwa gagak mampu mengingat ancaman dan mengaitkannya dengan sosok tertentu. Sebaliknya, kehadiran bangkai merpati hampir tidak memicu reaksi, kemungkinan karena merpati memang sering menjadi bagian dari sumber makanan mereka.

Percobaan serupa pada burung merpati menunjukkan hasil berbeda. Ketika merpati hidup melihat manusia membawa bangkai merpati, tidak ada respons berarti. Ini memperkuat dugaan bahwa gagak memiliki kemampuan kognitif dan sosial yang jauh lebih kompleks dibandingkan banyak spesies burung lain.

Menurut John Marzluff, ahli biologi dari University of Washington, kemampuan ini sangat krusial bagi kehidupan gagak. Bagi mereka, manusia bisa terbagi menjadi dua kategori: yang berbahaya dan yang membawa keuntungan. Mengenali perbedaan ini adalah kunci kelangsungan hidup.

Perilaku berkumpul di sekitar gagak yang mati berfungsi sebagai sarana berbagi informasi. Dari satu kejadian, seluruh kelompok dapat belajar mengenai lokasi berbahaya, predator baru, atau individu manusia yang harus dihindari.

Yang lebih mengesankan, ingatan ini bersifat jangka panjang. Gagak dapat mengingat wajah atau ciri seseorang yang dianggap berbahaya selama bertahun-tahun, bahkan mewariskan pengetahuan tersebut kepada generasi berikutnya melalui perilaku dan suara peringatan.

Dengan cara inilah gagak membangun sistem pembelajaran sosial yang efektif. Mereka tidak hanya belajar dari pengalaman pribadi, tetapi juga dari kejadian yang menimpa sesamanya. Itulah sebabnya gagak sering dianggap sebagai salah satu hewan paling adaptif dan cerdas di alam liar.