Burung hantu dikenal sebagai penguasa malam dengan kemampuan sensorik yang jauh melampaui kebanyakan hewan lain. Di balik wujudnya yang tampak tenang, burung ini menyimpan struktur tubuh yang tergolong ekstrem dan tidak lazim.
Salah satu keunikan paling mencengangkan adalah hubungan antara mata dan telinga mereka. Pada beberapa spesies burung hantu, bagian mata bahkan bisa terlihat dari lubang telinga. Fenomena ini terdengar menyeramkan, namun memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Kunci dari kemampuan luar biasa burung hantu terletak pada cakram wajahnya. Area berbentuk lingkaran cekung ini bukan sekadar hiasan, melainkan alat alami untuk menangkap dan memfokuskan suara. Getaran suara diarahkan langsung ke telinga, membuat burung hantu mampu mendeteksi mangsa hanya dari bunyi yang sangat halus.
Letak telinga burung hantu sendiri berada di belakang mata dan tersembunyi di balik bulu wajah. Bentuknya pun beragam, mulai dari lubang kecil hingga celah memanjang. Tidak sedikit orang yang keliru mengira jambul di kepala burung hantu sebagai telinga, padahal itu hanyalah bulu tambahan.
Di sisi lain, mata burung hantu berukuran sangat besar dan tidak berbentuk bulat seperti mata manusia. Mata mereka memanjang ke dalam tengkorak, menyerupai tabung, dan ditopang oleh struktur tulang khusus. Akibatnya, mata hampir tidak bisa digerakkan.
Keterbatasan gerak mata inilah yang membuat burung hantu mengandalkan leher fleksibel. Mereka dapat memutar kepala hingga ratusan derajat untuk memperluas bidang pandang tanpa perlu menggerakkan mata.
Karena mata menjorok jauh ke dalam kepala dan telinga menjadi jalur terbuka menuju bagian dalam tengkorak, pada sudut tertentu bagian mata bisa tampak melalui telinga. Kondisi ini bukan kelainan, melainkan konsekuensi dari desain anatomi yang sangat padat.
Struktur ekstrem tersebut justru memberikan keuntungan besar. Kombinasi pendengaran super tajam dan penglihatan malam yang optimal menjadikan burung hantu predator malam yang nyaris sempurna.
Singkatnya, apa yang tampak aneh bagi manusia sebenarnya adalah hasil evolusi panjang. Burung hantu tidak memiliki anatomi yang “salah”, melainkan tubuh yang dirancang khusus untuk bertahan dan berburu dalam kegelapan.