Roma Terapkan Tiket Rp39 Ribuan Demi Ketertiban dan Pelestarian Ikon Kota
Rencana penerapan sistem tiket berbayar di kawasan Air Mancur Trevi, Roma, Italia, akhirnya resmi diumumkan setelah dibahas selama lebih dari satu tahun.
Pemerintah Kota Roma memastikan bahwa mulai 1 Februari 2026, wisatawan yang ingin turun ke area dekat kolam Air Mancur Trevi akan dikenakan biaya masuk sebesar 2 euro atau sekitar Rp39 ribuan.
Biaya tersebut hanya berlaku bagi pengunjung yang ingin mengakses area tangga hingga tepi kolam, lokasi favorit wisatawan untuk melempar koin. Sementara itu, pengunjung tetap bisa menikmati pemandangan air mancur dari piazza bagian atas tanpa dikenakan biaya.
Dalam pengumuman resmi yang disampaikan pada Jumat, 19 Desember 2025, otoritas Roma menjelaskan bahwa dana dari tiket ini akan dialokasikan untuk perawatan situs budaya serta peningkatan kenyamanan pengunjung.
Pemerintah setempat memperkirakan skema ini berpotensi menghasilkan pemasukan tambahan sekitar 6,5 juta euro atau setara Rp128 miliar setiap tahunnya.
Upaya Mengurai Keramaian di Ikon Wisata Roma
Air Mancur Trevi yang dibangun pada abad ke-18 merupakan salah satu destinasi paling populer di Roma. Namun, tingginya jumlah wisatawan kerap menimbulkan kepadatan ekstrem dan masalah keamanan.
Pada 2024 lalu, pemerintah Roma mulai menggulirkan wacana tiket berbayar sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengendalikan kerumunan dan mendorong konsep pariwisata berkelanjutan.
Seorang pejabat pariwisata Roma menyatakan bahwa sistem akses terbatas dan terjadwal dinilai perlu agar monumen bersejarah tersebut mendapat penghormatan yang layak.
Tiket Bukan untuk Cari Untung
Menurut otoritas setempat, tujuan utama penerapan tiket bukan semata-mata untuk menambah pendapatan.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengatur arus pengunjung, mencegah perilaku tidak pantas seperti makan di area monumen, serta menciptakan suasana yang lebih tertib.
Mulai Februari 2026, tiket hanya akan diberlakukan pada pukul 09.00 hingga 21.00 waktu setempat, terutama pada jam-jam ramai. Setelah malam hari, akses kembali dibuka secara gratis.
Sebelumnya, pemerintah Roma telah melakukan uji coba pembatasan akses selama satu tahun dengan sistem antrean dan jalur khusus masuk-keluar, yang dinilai memberikan hasil positif.
Sepanjang tahun ini, sekitar sembilan juta wisatawan tercatat mengantre untuk bisa mendekati air mancur, dengan puncaknya mencapai 70 ribu orang dalam satu hari.
Cara Membeli Tiket Air Mancur Trevi
Wisatawan nantinya dapat membeli tiket melalui aplikasi daring, situs resmi yang disediakan, serta hotel atau pelaku usaha yang bekerja sama.
Bagi pengunjung yang memilih tidak membeli tiket, mereka tetap dapat menikmati keindahan Air Mancur Trevi dari jarak yang lebih jauh tanpa hambatan visual.
Pihak pengelola menegaskan bahwa sudut pandang air mancur tidak akan terhalang oleh sistem baru ini.
Warga lokal Roma dibebaskan dari kewajiban membeli tiket. Mereka juga tidak dikenai tarif tambahan di sejumlah situs bersejarah lain yang kini mulai menerapkan sistem serupa.
Kebijakan ini mengikuti langkah yang telah lebih dulu diterapkan di Pantheon Roma serta sistem pajak wisata harian di Venesia, yang bertujuan mengatasi lonjakan wisatawan.
Insiden Turis Dilarang Seumur Hidup
Sebelumnya, Air Mancur Trevi sempat menjadi sorotan setelah insiden yang melibatkan tiga wisatawan asal Selandia Baru pada Februari 2025.
Mereka tertangkap memasuki area terlarang dengan memanjat patung marmer di sekitar kolam air mancur.
Salah satu turis bahkan nekat menceburkan diri ke dalam kolam saat mencoba melarikan diri dari petugas, yang diduga dipengaruhi konsumsi alkohol.
Akibat aksinya, pria tersebut dikenai denda sebesar 500 euro atau sekitar Rp8,6 juta dan dijatuhi sanksi larangan mengunjungi Air Mancur Trevi seumur hidup.